Mom Ingin Tahu Tips Mendidik Anak Usia 4 Tahun, Ini Dia Caranya

Mendidik Anak Usia 4 Tahun

Mendidik anak usia 4 tahun memang bukan hal mudah. Pasalnya pada usia tersebut anak-anak sudah mempunyai kemampuan berkomunikasi dan mengingat dengan baik. Bahkan anak juga bisa berinteraksi dengan baik dengan orang lain. Dengan perkembangan yang sudah cukup baik tersebut maka Anda bisa mengajarkan beberapa hal pada anak. Namun Anda jangan cemas dulu bunda, karena disini kami akan berbagi cara mendidik anak usia 4 tahun untuk Anda semuanya. Bagaimana caranya? yuk, langsung saja kita simak ulasan informasinya dibawah ini.

Ini tips mendidik anak usia 4 tahun

Menolak diajak orang asing

Memberikan pendidikan pada anak usia 4 tahun bisa diajarkan padanya bahwa ketika diajak orang asing harus tidak mau. Jelaskan pada anak bahwa ia mau diajak bisa membahayakan dirinya. Suatu misal Anda terlambat menjemputnya di sekolah. Nah jika kemudian ada orang asing yang mengaku disuruh oleh Anda untuk menjemputnya ajarkan padanya untuk tidak percaya. Ajarkan pada anak untuk melaporkan kejadian tersebut pada guru di sekolah. Sehingga dengan begitu guru yang ada di sekolah tersebut akan menghubungi Anda.
Baca Juga : Pendidikan Moral Anak Sejak Dini

Tidak mudah hilang atau tersesat

Perlu sekali mendidik anak usia 4 tahun untuk mengingatkan nomor telepon orangtuanya, yaitu ayah dan bunda. Serta jangan lupa mengajarkan untuk mengetahui nama ayah dan bunda serta alamat rumahnya. Untuk apa? Karena jika anak tersesat bisa atau terkena musibah bisa menghubungi Anda. Sedangkan orang yang menolongnya bisa dengan mudah mengantar ke rumah. Maka memberikan pengetahui tentang nama, nomor handphone serta alamat rumah karena sangat penting. Supaya anak-anak bisa terhindar dari bahaya yang tidak diinginkan.

Memberitahu tidak semua orang berbahaya

Selain hal diatas masih ada lagi cara mendidik anak usia 4 tahun yang perlu Anda terapkan  yaitu memberitahu bahwasannya tidak semua orang itu berbahaya. Karena ada juga orang asing yang justru baik. Contohnya seorang petugas keamanan yang sedang menjalankan tugas piketnya dan masih banyak lainnya. Jadi tidak perlu cemas dan panik karena orang-orang tersebut tidak membahayakan.

Itulah tadi beberapa hal yang perlu Anda ajarkan untuk mendidik anak usia 4 tahun. Dengan Anda memberikan beberapa pembelajaran tersebut padanya bisa memberi pengetahuan baru baginya sehingga anak tidak mudah tersesat atapun hilang. Semoga informasi yang kami bagikan mengenai mendidik anak usia 4 tahun bermanfaat.

5 Cara Kilat Mengubah Perilaku Negatif Anak

Mengubah Perilaku Negatif Anak

Mengubah perilaku negatif anak yang nakal merupakan tugas orang tua. Karena, kalau bukan orang tua yang mengajarkannya lalu siapa lagi ? Oleh sebab itu, orang tua memiliki tugas untuk menanamkan nilai moral dan sopan santun kepada anak mulai dini. Agar perilaku negatif yang sering dilakukan anak anda dapat segera di rubah.


Mengubah Perilaku Negatif Anak

Berikut ini adalah tips merubah perilaku negatif buah hati seperti yang dirangkum dalam situs berita online Kompas.com


1. Jangan bereaksi

Saat anda memarahinya justru itu adalah sebuah respon atas perilakuknegatifnya. Menurut Christophresen seorang Psikolog anak di Kansas mengatakan bahwa merespon kenakalan anak adalah kesalahan, sehingga perilaku negatif anak lebih baik tidak usah di tanggapi. Saat anak melakukan perilaku negatif, palingkan wajah anda alihkan fokus atau pembicaraan anda tunggu sampai perilakunya berubah.


2. Lebih optimis

Berikan motivasi kepada anak bahwa mereka bisa memperbaiki diri dan berubah menjadi lebih baik dengan perilaku positif, lakukan dengan intonasi yang lembut. Berikan mereka kepercayaan untuk berubah.

3. Atur nada dan jadilah contoh.

Menghadapi anak nakal yang memiliki perilaku negatif tidak boleh dengan nada keras dan tinggi ATAU BENTAKAN. Sehingga orang tua harus merubah nada dan intonasi bicara saat menghadapi anak yang berperilaku negatif. Karena dengan intonasi yang lembut anak juga akan lebih mudah memahami kalimat yang anda ucapkan. Selain itu anak adalah peniru yang ulung, jadi berikan contoh yang baik kepadanya saat berbicara.


4. Konsisten dan Komitmen dengan aturan

Dalam mendidik anak diperlukan konsistensi orang tua dalam menjalankan setiap aturan yang sudah dibuat di keluarga, selain itu orang tua juga harus komitmen untuk menepati janji yang sudah diberikan kepada anak. Sehingga tidak ada celah bagi anak untuk melanggar aturan ataupun menyepelekan perkataan orang tua.

 Baca juga : Membangun komunikasi dengan Yang Baik dengan Anak

5. Senantiasa Sabar

Dalam merespon dan memperbaiki perilaku negatif anak, orang tua dituntut untuk tidak terpancing amarah dan orang tua harus menghindari emosi. Sehingga diperlukan kesabaran orang tua dalam menghadapi setiap tingkah laku anak.



Untuk merubah perilaku negatif anak harus dilakukan oleh orang tua dengan cara diatas, diperlukan kekompakan kedua orang tua agar dapat dilaksanakan dengan konsisten.

Mom Ingin Tahu Tips Mendidik Anak Usia 4 Tahun, Ini Dia Caranya

Mendidik Anak Usia 4 Tahun
Mendidik anak usia 4 tahun memang bukan hal mudah. Pasalnya pada usia tersebut anak-anak sudah mempunyai kemampuan berkomunikasi dan mengingat dengan baik. Bahkan anak juga bisa berinteraksi dengan baik dengan orang lain. Dengan perkembangan yang sudah cukup baik tersebut maka Anda bisa mengajarkan beberapa hal pada anak. Namun Anda jangan cemas dulu bunda, karena disini kami akan berbagi cara mendidik anak usia 4 tahun untuk Anda semuanya. Bagaimana caranya? yuk, langsung saja kita simak ulasan informasinya dibawah ini.

Ini tips mendidik anak usia 4 tahun

Menolak diajak orang asing

Memberikan pendidikan pada anak usia 4 tahun bisa diajarkan padanya bahwa ketika diajak orang asing harus tidak mau. Jelaskan pada anak bahwa ia mau diajak bisa membahayakan dirinya. Suatu misal Anda terlambat menjemputnya di sekolah. Nah jika kemudian ada orang asing yang mengaku disuruh oleh Anda untuk menjemputnya ajarkan padanya untuk tidak percaya. Ajarkan pada anak untuk melaporkan kejadian tersebut pada guru di sekolah. Sehingga dengan begitu guru yang ada di sekolah tersebut akan menghubungi Anda.
Baca Juga : Pendidikan Moral Anak Sejak Dini

Tidak mudah hilang atau tersesat

Perlu sekali mendidik anak usia 4 tahun untuk mengingatkan nomor telepon orangtuanya, yaitu ayah dan bunda. Serta jangan lupa mengajarkan untuk mengetahui nama ayah dan bunda serta alamat rumahnya. Untuk apa? Karena jika anak tersesat bisa atau terkena musibah bisa menghubungi Anda. Sedangkan orang yang menolongnya bisa dengan mudah mengantar ke rumah. Maka memberikan pengetahui tentang nama, nomor handphone serta alamat rumah karena sangat penting. Supaya anak-anak bisa terhindar dari bahaya yang tidak diinginkan.

Memberitahu tidak semua orang berbahaya

Selain hal diatas masih ada lagi cara mendidik anak usia 4 tahun yang perlu Anda terapkan  yaitu memberitahu bahwasannya tidak semua orang itu berbahaya. Karena ada juga orang asing yang justru baik. Contohnya seorang petugas keamanan yang sedang menjalankan tugas piketnya dan masih banyak lainnya. Jadi tidak perlu cemas dan panik karena orang-orang tersebut tidak membahayakan.

Itulah tadi beberapa hal yang perlu Anda ajarkan untuk mendidik anak usia 4 tahun. Dengan Anda memberikan beberapa pembelajaran tersebut padanya bisa memberi pengetahuan baru baginya sehingga anak tidak mudah tersesat atapun hilang. Semoga informasi yang kami bagikan mengenai mendidik anak usia 4 tahun bermanfaat.

Wajib Tahu !! Ini Cara Mendidik Anak Yang Baik dan Benar

Mendidik Anak Yang Baik dan benar
Parenting adalah pola asuh dan mendidik anak sejak lahir hingga sang anak sudah memenuhi kriteria untuk disebut sebagai pribadi dewasa. Salah satu cara agar orang tua mengetahui cara mendidik anak yang baik adalah dengan terus belajar. Belajar itu tidak sebatas di lembaga formal atau hanya tugas anak-anak yang masih sekolah tapi belajar itu harus dilakukan sepanjang hayat. Proses belajar bagi orang dewasa disebut andragogi. Istilah ini diperkenalkan oleh Alexander Kapp dan dikembangkan oleh Malcolm Knowles.

Mendidik Anak Yang Baik dan Benar

Dalam menerapkan pola asuh kepada anak, selain pertumbuhan fisik, hal yang lebih penting yang harus diperhatikan orang tua adalah kedewasaan mental anak. Kebanyakan orang tua menganggap remeh saat mendidik anak, tak sedikit pula yang kebingungan dengan tugas mereka dalam mendidik anak. Akibatnya banyak orang tua yang salah menerapkan pola asuk kepada anaknya.

Tidak ada sekolah khusus yang mengajarkan orang tua cara mendidik anak, sehingga diperlukan peran aktif orang tua untuk mencari informasi tentang parenting sebanyak mungkin. Selain berkonsultasi langsung dengan ahli parenting atau saling bertukar pengalaman dengan sesama orang tua. Informasi parenting dapat dicari melalui internet, buku, atau ikut seminar tentang parenting.

Blog parentinganak.com ini merupakan salah satu media online yang dapat dijadikan tempat bagi orang tua untuk men dapatkan informasi parenting yang baik dan asik. Menjadi orang tua tidak boleh miskin ilmu, karena pola asuh yang diterapkan orang tua akan menjadi penentu masa depan anak, keluarga bahkan bangsa.
Baca juga : Cara Mendidik Anak Menurut Ajaran Rasulullah
Karena kedewasaan mental anak harus dibimbing dan diberikan stimulus agar mental anak terus berkembang hingga akhirnya menjadi manusia bermental dewasa. Dalam buku parenthink dijelaskan, ada tiga tolak ukur kedewasaan anak, yaitu :


1. Anak dapat mengelola diri secara mandiri.

Sebagai orang tua kita dihadapkan pada pilihan yang dilematis, atara mendidik anak sebagai seorang penurut atau mendidik anak menjadi mandiri, keduanya terlihat sama-sama bagus tapi silahkan anda perhatikan penjelasan berikut ini.

Pertama, mendidik anak menjadi penurut, tahukah anda jika kita bentuk anak menjadi orang penurut dengan menjalankan perintah atau keputusan orang tua, maka secara tidak langsung kita telah mengajarkan mereka menggantungkan hidupnya kepada orang lain. Karena anak terbiasa tinggal menjalankan perintah atau keputusan yang sudah ditentukan orang tua, dan saat anak memiliki pilihan sendiri orang tua biasanya anak akan di cap sebagai anak yang bandel, pembangkang dan selalu membantah orang tua.

Kalau anak terlalu nurut kepada orang tuanya, kemungkinan besar dia juga akan menurut dengan orang lain. Ngeri juga kan kalau nanti sampai besar anak kita menjadi orang penurut. Tidak hanya kepada orang tuanya, tetapi kecenderungan anak juga akan menurut kepada perintah teman-temannya yang belum tentu benar. Oleh karena itu, Salah satu penyebab kenapa banyak para remaja yang terjerumus dalam pergaulan negatif adalah karena mereka terbiasa menggantungkan keputusan hidupnya kepada orang lain.

Kedua, Mendidik anak menjadi mandiri. Mandiri bearti anak tidak lagi menggantungkan keputusan hidupnya pada orang lain. Anak sudah dapat menentukan keputusan hidupnya sendiri dengan penuh tanggung jawab karena anak sudah mengetahui resiko dari keputusannya tersebut. Untuk bisa menjadi mandiri anak harus dilatih untuk berjuang dan berusaha dan itu butuh waktu untuk belajar.

Anak mandiri akan melihat orang lain sebagai sumber pengetahuan dan menjadikannya sebagai tempat mendapatkan informasi untuk bekal mengambil keputusan. Salah satu yang perlu diajarkan orang tua kepada anak adalah sebab-akibat. Rasa tanggung jawab anak harus dibangun sejak kecil dengan cara membiarkannya menghadapi resiko yang ada. Hal ini dimaksudkan agar anak memiliki "pustaka pengalaman" supaya anak bisa mengambil keputusan dengan lebih berhati-hati dalam mempertimbangkan resiko dan konskuensinya.


2. Anak dapat belajar dan menguasai hal baru.

Pada dasarnya anak memiliki prinsip hidup untuk menjalankan yang enak dan menghindari yang gak enak. Tugas kita sebagai orang tua adalah membantu anak untuk dapat belajar dan terbiasa dengan hal baru. Berikan dorongan dan semangat kepada anak untuk tidak mudah menyerah dan harus berjuang dengan cara yang asik sesuai karakter anak anda.

Meskipun awalnya sulit, kalau kita selalu berusaha dan mencoba kita pasti akan menemukan solusi dan jawaban sesulit apapun. Karena untuk mendapatkan sesuatu perlu usaha yang keras, bahkan kadang harus berulang-ulang. Jika kegagalan menghampiri, beritahu anak untuk tidak patah semangat dan tetap harus berusaha dan semakin giat berinovasi.


3. Anak dapat terlibat dalam hubungan sosial.

Mengajarkan anak untuk memiliki hubungan sosial dengan sekitar dapat dimulai dengan mengajarkan kepada anak untuk peduli pada dirinya sendiri. Kemudian ajarkan kepada ada bahwa menjalin relasi dan peduli terhadap orang lain itu juga penting.  Tugas orang tua adalah menstimulasi anak untuk belajar peduli terhadap orang lain. Orang tua harus bisa menjadi sumber informasi yang berguna bagi anak. Salah satu trik yang dapat digunakan oleh orang tua adalah dengan membacakan buku cerita yang mengajarkan tentang menjalin hubungan sosial kepada sesama untuk saling menyayangi.
Baca juga : Ajarkan anak Sopan Santun Sejak Dini
Sebagai sumber pembelajar yang baik bagi anak, orang tua tidak perlu takut dianggap "jahat". Memang dalam proses belajarnya, anak-anak akan terlihat "menderita". Agar orang tua dapat menjadi sumber belajar, orang tua harus rela saat anak "menderita" dan "mendapatkan resikonya" agar anak dapat belajar tentang sebab-akibat. Menjadi sumber belajar bagi anak memang tidak mudah, maka orang tua diharuskan untuk belajar dan memperdalam kemampuan untuk mendidik anak yang baik dan benar.

Penting, Ayah Sangat Berperan Dalam Meningkatkan Kecerdasan Anak

Ayah Sangat Berperan Dalam Meningkatkan Kecerdasan Anak

Banyak yang beranggapan bahwa tugas mengurus dan mendidik anak hanya menjadi tugas ibu sedangkan ayah hanya bertugas untuk menafkahi keluarga. Faktanya, Ayah Sangat Berperan Dalam Meningkatkan Kecerdasan Anak. Anak yang tumbuh tanpa peran ayah berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 63% akan mengalami mengalami kendala psikologis (fobia, moody, mudah depresi, sering gelisah). Kemudian 56% anak akan mengalami daya tangkap rendah, dan sebanyak 43% anak akan menjadi sangat agresif terhadap orang tua. Dari hasil penelitian tersebut dapat dilihat bagaimana peran seorang ayah dalam tumbuh kembang anak sangat penting untuk meningkatkan kecerdasan emosional anak.
Baca juga : MEMBUAT ANAK CERDAS SEJAK DINI, INI CARANYA !

Ayah Sangat Berperan Dalam Meningkatkan Kecerdasan Anak

Sehingga peran ayah dan ibu dalam mendidik anak harus bersama-sama agar pertumbuhan dan perkembangan anak dapat optimal dan anak akan memiliki dua figur yaitu dari seorang ayah dan ibu. Meskipun itu agak berat karena ayah juga harus bekerja untuk menafkahi keluarga, ayah harus tetap meluangkan waktu bersama anak. Karena peran ayah sangat penting bagi tumbuh kembang dan pendidikan anak.

Berikut ini adalah 5 Tips yang dapat dilakukan ayah untuk mendidik dan memperhatikan anak :

1. Luangkan Waktu

Disela kesibukan mencari nafkah, ayah harus bisa meluangkan waktu antara 15 sampai 30 menit untuk berinteraksi dengan anak. Berikan perhatian, ajak anak bermain bersama. Ayah dapat menanyakan kegiatan apa saja yang dilakukan anak, membacakan cerita atau mengajaknya bermain bersama.
Baca juga : Manfaat Membacakan Cerita Bagi Anak

2. Tunjukkan Rasa Sayang

Anak membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Sesibuk apapun ayah harus menyempatkan waktu untuk memperhatikan anak. Menanyakan kegiatan yang sudah dilakukan anak dalam sehari, apa yang sudah dilakukan dan dipelajari disekolah, bagaimana teman-temannya. Pertanyaan tersebut akan membuat anak merasa diperhatikan dan akan berdampak pada peningkatan kemampuan akademisnya. Selain itu, pelukan dan belaian sayang juga perlu diberikan kepada anak sebagai wujud rasa sayang kepada anak. Memberikan pujian kepada anak juga harus dilakukan sebagai ungkapan penghargaan atas prestasi atau peningkatan kemampuan anak dalam hal apapun.

3. Makan Bersama

Ayah harus bisa meluangkan waktu untuk makan bersama atau berdoa bersama anak. Setidaknya dalam sehari minimal satu kali hal ini dilakukan. Kegiatan ini penting agar anak merasakan kehangatan keluarga. Sehingga anak akan merasakan kedekatan dan ikatan yang erat dengan keluarga. Kegiatan ini juga dapat dijadikan sebagai kesempatan untuk saling berbagi cerita bersama.

4. Ayah dan Ibu harus Kompak

Dalam mendidik dan mengurus anak diperlukan kebersamaan antara ayah dan ibu. Sehingga ayah dan ibu harus menjaga kekompakan saat mendidik anak.

5. Nikmati Liburan Bersama Anak

Saat libur bekerja, gunakan waktu libur untuk bermain bersama anak agar anak menjadi nyaman dan dekat dengan ayah.

Mengingat peran ayah sangat besar dalam meningkatkan kecerdasan anak, ayah harus dapat menerapkan tips diatas. Semoga artikel ini dapat memberi manfaat yang baik bagi kita.

Panduan Lengkap Mendidik Anak Perempuan Yang Baik dan Benar

Mendidik Anak Perempuan

Mendidik anak perempuan menjadi anak yang baik, cerdas, shalehah dan kuat adalah pekerjaan yang mulia. Karena Anak perempuan adalah calon ibu, dan madrasah bagi anak-anaknya. maka secara tidak langsung kita sudah menyiapkan tempat belajar bagi generasi berikutnya.

Mendidik anak perempuan memiliki cara yang berbeda dengan mendidik anak laki-laki. Anak perempuan lebih perasa dan lebih sensitif, sehingga membutuhkan kesabaran dan kelembutan yang ekstra. Teladan dari orang tua juga sangat diperlukan agar anak lebih mudah mengikutinya.

Ini juga tidak lepas dari karakter anak yang belajar dari meniru apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan. Maka jadilah teladan yang baik agar membentuk anak menjadi lebih baik.

Berikut ini adalah cara mendidik anak perempuan yang baik dan benar

1. Pahami Cara Pandang Anak Perempuan

Anak Perempuan pada umumnya melihat dunia sebagai suatu hubungan, dan mereka akan membuat hubungan timbal balik. Hindari memberikan tekanan berlebihan dan berikan mereka ruang untuk menjadi diri mereka sendiri yang perlu dilakukan orangtua adalah mengarahkan mereka sesuai norma kesopanan dalam berhubungan yang baik.

Anak Perempuan akan mengalami peningkatan harga diri jika mereka mengetahui bahwa dirinya merupakan bagian dari sebuah hubungan. Berikan mereka kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan hargailah pendapat mereka, dan ajak mereka untuk mendiskusikan dan merencakan kegiatan mereka bersama sehingga mereka merasa lebih dihargai dalam hubungan tersebut.
Baca juga : Ketahui Bahaya Membentak Anak

2. Jangan membandingkan anak perempuan dengan anak laki-laki

Mendidik anak perempuan memiliki cara yang berbeda dengan mendidik anak laki-laki. Anak perempuan lebih perasa dan lebih sensitif. Melibatkan mereka dalam suatu hubungan akan membuat mereka merasa dipedulikan dan membuat mereka akan menjadi lebih peduli terhadap hubungan tersebut.

Jika anda menemukan kekurangan yang ada dalam diri anak perempuan, anda tidak perlu membanding-bandingkan mereka, apalagi membandingkannya dengan anak laki-laki karena setiap anak tumbuh dengan kelebihannya masing-masing, lebih baik anda gali potensi mereka dan kembangkan agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bermanfaat.

Anak perempuan sepenuhnya berbeda dengan anak laki-laki jadi anda jangan pernah berfikir mereka sama dan setara. Emansipasi hanya sebagai sebuah gerakan modern yang memberikan persamaan, namun tetap ada batasannya. Anak Perempuan akan lebih baik tampil feminim daripada tampil maskulin.

3. Kembangkan Potensi Unggulnya

Setiap anak tumbuh dengan kelebihannya masing-masing, begitu juga anak perempuan. Menggali potensi mereka dan bantu mereka mengembangkan potensi unggul yang mereka miliki. Jika potensi unggul mereka dikembangkan dengan baik maka dapat membuka karir mereka kedepan dan potensi tersebut dapat menjadi sumber penghidupan, sehingga hal ini akan membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih mandiri.

4. Sayangi Pasangan Sendiri Sepenuh Hati

Cara yang paling baik dalam mendidik anak adalah memberikan mereka contoh, sehingga dalam mendidik anak sudah selayaknya orang tua menjadi teladan anak. Menyayangi pasangan anda sangat penting untuk mengajarkan anak, saat anak melihat orang tua mereka saling menyayangi, hal ini akan langsung tertanam dalam diri anak. Selain membuat anak lebih menyayangi keluarga juga akan membuat orang tua sebagai tauladan mereka. Anak juga akan lebih menghormati dan menghargai orang tua sehingga akan sulit menolak nasehat yang orang tua berikan kepadanya.

5. Jangan Berbicara Kasar

Anak belajar dengan meniru lingkungan, mereka akan merekam semua yang mereka lihat, dengar dan rasakan. Jadi anda harus berhati-hati saat berucap di depan anak anda. Jangan sampai karena habis kesabaran atau sedang jengkel anda mengucapkan kata-kata kasar didepan anak anda. Karena, itu akan direkam anak jadi secara tidak langsung anda telah mengajarkan kepada anak untuk berkata kasar.

Sebagai orang tua, kita harus lebih sabar apalagi saat mendidik anak perempuan diperlukan kesabaran lebih. Sejengkel apapun anda, semarah apapun anda karena tingkah mereka, anda harus bisa menahan amarah anda dan tetap sabar, karena itu secara otomatis akan ditiru oleh anak anda.
Baca juga : Tips Membangun Komunikasi Dengan Anak Terlengkap

Selain itu, berikut ini adalah Pendidikan pokok yang harus diajarkan kepada anak perempuan

1. Tanamkan keimanan

Mengajarkan anak nilai keimanan harus dilakukan sejak kecil, ini akan menjadi pondasi dasar anak dalam menapaki kehidupan. Ajarkan kepada mereka ilmu Tauhid. Jika orang tua merasa tidak memiliki kemampuan, anda dapat menyekolahkannya ke sekolah agama.

2. Mendidik Ketakwaan

Nilai keimanan yang diajarkan juga harus didukung dengan pengajaran nilai ketakwaan, agar anak lebih mengetahui perilaku-perilaku yang sesuai dengan ajaran agama dan mengetahui perilaku yang dilarang dalam agama.

3. Ajarkan tentang Ikhtilat

Ikhtilat adalah berduaan antara laki-laki dan wanita yang bukan mahramnya di satu tempat. Ajarkan anak untuk tidak melakukan Ikhtilat dan beritahukan kepada mereka bahaya yang akan timbul dari kegiatan tersebut.

4. Menutup Aurat

Ajarkan kepada anak perempuan anda untuk menutup auratnya dengan baik. Dalam hal ini Ibu dapat menjadi tauladan yang baik bagi anak perempuan untuk menutup aurat dengan baik.

5. Mengajarkan untuk Melindungi Tubuhnya

Ajarkan kepada anak bahwa orang lain apalagi orang yang tidak dikenal menyentuhnya. Beritahu mereka batasan-batasan dalam berteman, saat mereka remaja beritahu kepada mereka bahwa ada perilaku yang hanya diperbolehkan saat mereka sudah ada status pernikahan. Selalu tanamkan kepada anak untuk menggunakan pakaian yang sopan demi kebaikan mereka dan menjaga diri mereka agar terhindar dari perilaku negatif.

6. Ajarkan kelembutan

Menanamkan nilai kasih sayang dan kelembutan kepada anak perempuan sangat penting, hal ini berkaitan dengan sifat feminim mereka. Ajarkan mereka sopan santun, dan tutur kata yang baik. Selain itu peran orang tua sebagai teladan juga harus berjalan dengan baik, beritahu mereka untuk bertutur kata lembut dan saling menyayangi.
Baca juga : Pendidikan Moral Anak Sejak Dini Dan Cara Menerapkannya

7. Mendidik kemandiriannya

Ajarkan mereka untuk mandiri, mempersiapkan sendiri segala kebutuhan sehari-hari. Anda harus mampu mengembangkan potensi unggul anak, karena potensi unggul yang dikembangkan dengan baik dapat membuka karir mereka kedepan sehingga dapat menjadi sumber penghidupan mereka.

8. Ajarkan untuk Terbiasa Melakukan Pekerjaan Rumah Tangga

Saat anak perempuan anda mulai tumbuh dewasa, ajarkan kepada mereka untuk dapat mengerjakan tugas rumah tangga. Hal ini akan menyiapkan mereka saat sudah berkeluarga nantinya.

Mendidik anak perempuan adalah tugas orang tua secara bersama, tidak hanya tugas ibu karena mereka sama-sama perempuan, tapi peran ayah juga penting.

Pentingnya peran Ayah

Keterlibatan aktif seorang ayah dalam mendidik anak juga dapat memberikan manfaat positif bagi anak. Berdasarkan penelitian yang dilakukan selama 20 tahun oleh Dr. Anna Sarkadi dari Uppsala University di Swedia mengungkapkan bahwa keterlibatan Ayah dalam mendidik anak perempuan akan membuat anak menghindari perbuatan negatif dan membuat anak semakin termotivasi untuk mengejar tingkat pendidikan yang lebih baik.

Anak perempuan memiliki ikatan yang istimewa dengan Ayahnya. Anak perempuan akan belajar sikap seorang Pria dari figur Ayahnya. Mereka belajar bagaimana seorang pria memperlakukan Perempuan. Seorang Ayah juga akan memberikan rasa aman bagi anak perempuannya.

Inilah panduan lengkap cara mendidik anak perempuan yang baik dan benar yang dapat anda jadikan acuan dalam mendidik anak perempuan anda agar anak anda menjadi anak yang cerdas, shaleh dan kuat.

Ketahui, Ini Cara Menghindari Sifat Materialistis Pada Anak

cara menghindari sifat materialistis pada anak

Membahas cara menghindari sifat materialistis pada anak pasalnya sangat penting sekali. Sifat buruk ini perlu sekali dijauhkan dari anak-anak. Karena jika tertanam pada dirinya bisa membuat ia tumbuh menjadi anak yang tidak berkepribadian. Anak yang mempunyai sifat materialistis mempunyai cara pandang bahwa kebahagiaan hanya bisa diperoleh dari kemewahan.

Pola berpikir yang seperti itu tidak baik sekali bagi perkembangannya. Oleh karena itulah jauhkan anak-anak Anda dari sifat materialistis. Lalu. Bagaimana caranya menghindari sifat materialistis pada anak ini? Ingin tahu caranya? Yuk, simak ulasan informasi berikut.

Ini cara menghindari sifat materialistis pada anak

Menanamkan kebiasaan bersyukur

Berbicara tentang trik menghindari sifat materialistis pada anak perlu diluruskan kembali agar semakin tambah jelas. Bahwasannya dalam menghindari sifat materialistis pada anak bisa dilakukan dengan menanamkan kebiasaan bersyukur. Rasa syukur bukan hanya diukur pada benda saja. Akan tetapi rasa syukur ini bisa dinikmati dari banyak hal. Seperti halnya nikmat kesehatan, kebersamaan, dan masih banyak yang lainnya. Dengan memperkenalkan dan selalu menanamkan rasa syukur padanya bisa membuat ia menjadi anak yang jauh dari sifat materialistis.
Baca juga : Ketahui Bahaya Membentak Anak

Waktu berkualitas dihabiskan bersama anak

Penting sekali bagi Anda untuk meluangkan waktunya sebab hal tersebut bisa menghindarkan sifat materilaistis pada anak. Anda bisa mengajak anak berlibur bersama, berbincang-bincang atau bermain. Kegiatan yang Anda lakukan dengan anak bisa membuatnya bahagia dan merasakan indahnya kasih sayang. Sehingga anak bisa jauh dari pemikiran bahwa kebahagian itu bisa didapat dengan banyaknya barang-barang mahal dan mewah. Alhasil anak dapat terhindar dari sifat materialistis.
Baca juga Mengajarkan Anak Sopan Santun, Ini Trik Lengkapnya !!

Ajari sikap dermawan

Memberikan contoh sikap dermawan dalam kehidupan nyata bisa menghindari sifat materialistis pada anak. Misalnya, memberikan kue pada tetangga, mangasihi fakir miskin, memberikan bantuan pada anak panti asuhan dan masih banyak cara lainnya yang bisa Anda ajarkan. Contoh  nyata yang ia lihat secara langsung bisa menghindarkan anak dari sifat materialistis. Sehingga bisa membuat anak tumbuh berhati dermawan dan peduli pada orang lain.

Mungkin dari beberapa cara menghindarkan sifat materialistis pada anak diatas yang kami bagikan bisa menginspirasi Anda. Sehingga Anda bisa menghindarkan sifat materialistis pada anak. Semoga informasi yang kami bagikan mengenai cara menghindari  sifat materialistis pada anak bisa bermanfaat. Selamat mecoba!

Wajib Dibaca! Ini Dia Manfaat Pendidikan Pra – Sekolah Pada Anak

manfaat pendidikan pra – sekolah pada anak

Perlu Anda ketahui manfaat pendidikan pra – sekolah pada anak ada beberapa macam. Sehingga penting sekali bagi Anda sebagai orangtua untuk memberikan pendidikan tersebut. Pasalnya memberikan pendidikan tersebut pada anak sering mengalami kendala. Karena anak masih belum terbiasa dengan lingkungan baru di sekolah. Akibatnya anak kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan dan teman-temannya. Namun pendidikan pra – sekolah pada anak mempunyai manfaat besar sekali baginya. Lalu, apa manfaat pendidikan pra – sekolah pada anak ini? Simak ulasan informasi berikut.

Ini manfaat pendidikan pra – sekolah pada anak

Pembentukan struktur otak

Salah satu manfaat pendidikan pra – sekolah pada anak, yaitu bisa membantu proses pembentukan struktur otak. Pasalnya pada saat usia anak mencapai 5 tahun 90 persen pertumbuhan otaknya sudah mulai berkembang dengan baik. Dengan banyak persentase tersebut maka berpengaruh pada masa depannya akan baik. Oleh karena itulah berikan pendidikan pra – sekolah pada anak-anak Anda. Supaya struktur otaknya bisa berkembang dengan baik. Sehingga anak pun bisa tumbuh menjadi cerdas dan sukses dimasa depannya.
Baca juga : Kiat Sukses Belajar Pada Anak, Parenting Ini Solusinya

Akademis lebih baik

Manfaat pendidikan pra – sekolah pada anak yang luar biasa lainnya yakni membantu meningkatkan akademis. Mengapa? karena pada saat usia pra – sekolah rasa ingin tahu anak sangat besar sekali. Sehingga membuat anak melakukan percobaan pada hal-hal yang belum diketahuinya. Hasilnya baik sekali untuk anak yaitu bisa meningkatkan akademisnya. Dengan dampak positif yang diberikan maka berikanlah anak-anak Anda pendidikan pra – sekolah padanya.
Baca juga : Ketahui Bahaya Membentak Anak

Aktivitas tambahan berstruktur

Sedangkan untuk manfaat pendidikan pra – sekolah pada anak selanjutnya yakni sebagai aktivitas tambahan yang mempunyai struktur. Kenapa? mungkin kalau di rumah anak hanya bisa bermain robot-robotan, boneka, mobil-mobilan dan masih banyak lainnya. Namun ketika anak berada di sekolah ia akan mendapatkan hal yang lebih menarik. Sebab di dunia sekolah anak selain diajarkan pengetahuan baru juga diajak untuk berolahraga. Sedangkan olahraga yang sering diterapkan, yaitu olahraga ringan diantaranya ada berayun, berdiri, melompat, keseimbangan dan masih banyak lainnya.

Nah, itulah beberapa manfaat pendidikan pra-sekolah pada anak yang akan diperoleh. Sebenarnya masih banyak manfaat lainnya yang dapat diperoleh. Semoga ulasan informasi yang kami bagikan mengenai manfaat pendidikan pra – sekolah pada anak bermanfaat.

Ingin Tahu Kiat Sukses Belajar Pada Anak, Parenting Ini Solusinya  

Kiat Sukses Belajar Pada Anak

Sebagai orangtua memberikan kiat sukses belajar pada anak adalah hal penting. Karena hal ini penting sekali untuk masa depannya yang akan datang. Supaya anak bisa mewujudkan cita-cita yang ingin digapainya. Namun untuk mewujudkan hal tersebut butuh kerja keras. Bukan hanya keinginan saja namun harus dilandasi dengan kerja keras agar bisa terwujudkan. Nah, supaya anak bisa sukses belajarnya Anda harus tahu kiatnya. Lantas, apa saja kiat sukses belajar pada anak ini? Penasaran? Daripada penasaran, mari kita simak ulasan informasinya dibawah ini bersama-sama.

Jaga kesehatan

Salah satu kiat sukses belajar pada anak adalah dengan menjaga kesehatan. Mengapa? karena dengan kondisi tubuh yang sehat maka konsentrasi belajarnya akan fokus. Sehingga anak mudah memahami buku yang dipelajarinya. Namun jika kondisinya buruk atau dalam keadaan sakit maka daya konsentrasinya akan turun. Dengan begitu anak tidak bisa berpikir fokus sebab kondisi kesehatannya terganggu. Oleh karena itulah agar anak selalu sehat berikan makanan yang bergizi dan mengajaknya olahraga.
Baca juga : DISIPLIN PADA ANAK

Menguasai tipsnya

Penting sekali bagi buah hati Anda untuk menguasai tips sukses belajar pada anak. Sebab dengan ia menguasai tips sukses belajar pada anak, maka anak akan lebih mudah memahami buku yang sedang dibacanya. Nah, untuk itu agar anak bisa sukses belajarnya, maka berikan kiat belajar yang baik padanya. Sehingga dengan begitu Anda mengantarkan anak pada gerbang menuju kesuksesan. Karena cara belajar yang baik adalah kunci sukses belajar pada anak.
Baca juga : Cara Pintar Memilih Tayangan Televisi Untuk Anak

Taat dan rajin ibadah

Tahukah Anda bunda bahwa kunci utama sukses belajar pada anak adalah taat dan rajin beribadah. Kenapa? karena disitu anak dikenalkan pada Tuhan-Nya yang telah memberikannya kehidupan. Selain itu anak dengan ketaatannya dan rajin ibadahnya juga bisa membuat anak mempunyai ikatan batin dengan Tuhan-Nya. Dengan tumbuhnya ikatan tersebut bisa membuat ia yakin bahwa setiap usaha diridhoi oleh Tuhan. Sehingga bisa membuat anak sukses dalam belajarnya.

Nah, demikian sedikit informasi yang bisa kami bagikan mengenai sukses belajar pada anak kepada semuanya. Semoga informasi yang kami bagikan bisa menginspirasi dan bermanfaat untuk semuanya. Aamin!