Wajib Tahu !! Ini Cara Mendidik Anak Yang Baik dan Benar

Mendidik Anak Yang Baik dan benar
Parenting adalah pola asuh dan mendidik anak sejak lahir hingga sang anak sudah memenuhi kriteria untuk disebut sebagai pribadi dewasa. Salah satu cara agar orang tua mengetahui cara mendidik anak yang baik adalah dengan terus belajar. Belajar itu tidak sebatas di lembaga formal atau hanya tugas anak-anak yang masih sekolah tapi belajar itu harus dilakukan sepanjang hayat. Proses belajar bagi orang dewasa disebut andragogi. Istilah ini diperkenalkan oleh Alexander Kapp dan dikembangkan oleh Malcolm Knowles.

Mendidik Anak Yang Baik dan Benar

Dalam menerapkan pola asuh kepada anak, selain pertumbuhan fisik, hal yang lebih penting yang harus diperhatikan orang tua adalah kedewasaan mental anak. Kebanyakan orang tua menganggap remeh saat mendidik anak, tak sedikit pula yang kebingungan dengan tugas mereka dalam mendidik anak. Akibatnya banyak orang tua yang salah menerapkan pola asuk kepada anaknya.

Tidak ada sekolah khusus yang mengajarkan orang tua cara mendidik anak, sehingga diperlukan peran aktif orang tua untuk mencari informasi tentang parenting sebanyak mungkin. Selain berkonsultasi langsung dengan ahli parenting atau saling bertukar pengalaman dengan sesama orang tua. Informasi parenting dapat dicari melalui internet, buku, atau ikut seminar tentang parenting.

Blog parentinganak.com ini merupakan salah satu media online yang dapat dijadikan tempat bagi orang tua untuk men dapatkan informasi parenting yang baik dan asik. Menjadi orang tua tidak boleh miskin ilmu, karena pola asuh yang diterapkan orang tua akan menjadi penentu masa depan anak, keluarga bahkan bangsa.
Baca juga : Cara Mendidik Anak Menurut Ajaran Rasulullah
Karena kedewasaan mental anak harus dibimbing dan diberikan stimulus agar mental anak terus berkembang hingga akhirnya menjadi manusia bermental dewasa. Dalam buku parenthink dijelaskan, ada tiga tolak ukur kedewasaan anak, yaitu :


1. Anak dapat mengelola diri secara mandiri.

Sebagai orang tua kita dihadapkan pada pilihan yang dilematis, atara mendidik anak sebagai seorang penurut atau mendidik anak menjadi mandiri, keduanya terlihat sama-sama bagus tapi silahkan anda perhatikan penjelasan berikut ini.

Pertama, mendidik anak menjadi penurut, tahukah anda jika kita bentuk anak menjadi orang penurut dengan menjalankan perintah atau keputusan orang tua, maka secara tidak langsung kita telah mengajarkan mereka menggantungkan hidupnya kepada orang lain. Karena anak terbiasa tinggal menjalankan perintah atau keputusan yang sudah ditentukan orang tua, dan saat anak memiliki pilihan sendiri orang tua biasanya anak akan di cap sebagai anak yang bandel, pembangkang dan selalu membantah orang tua.

Kalau anak terlalu nurut kepada orang tuanya, kemungkinan besar dia juga akan menurut dengan orang lain. Ngeri juga kan kalau nanti sampai besar anak kita menjadi orang penurut. Tidak hanya kepada orang tuanya, tetapi kecenderungan anak juga akan menurut kepada perintah teman-temannya yang belum tentu benar. Oleh karena itu, Salah satu penyebab kenapa banyak para remaja yang terjerumus dalam pergaulan negatif adalah karena mereka terbiasa menggantungkan keputusan hidupnya kepada orang lain.

Kedua, Mendidik anak menjadi mandiri. Mandiri bearti anak tidak lagi menggantungkan keputusan hidupnya pada orang lain. Anak sudah dapat menentukan keputusan hidupnya sendiri dengan penuh tanggung jawab karena anak sudah mengetahui resiko dari keputusannya tersebut. Untuk bisa menjadi mandiri anak harus dilatih untuk berjuang dan berusaha dan itu butuh waktu untuk belajar.

Anak mandiri akan melihat orang lain sebagai sumber pengetahuan dan menjadikannya sebagai tempat mendapatkan informasi untuk bekal mengambil keputusan. Salah satu yang perlu diajarkan orang tua kepada anak adalah sebab-akibat. Rasa tanggung jawab anak harus dibangun sejak kecil dengan cara membiarkannya menghadapi resiko yang ada. Hal ini dimaksudkan agar anak memiliki "pustaka pengalaman" supaya anak bisa mengambil keputusan dengan lebih berhati-hati dalam mempertimbangkan resiko dan konskuensinya.


2. Anak dapat belajar dan menguasai hal baru.

Pada dasarnya anak memiliki prinsip hidup untuk menjalankan yang enak dan menghindari yang gak enak. Tugas kita sebagai orang tua adalah membantu anak untuk dapat belajar dan terbiasa dengan hal baru. Berikan dorongan dan semangat kepada anak untuk tidak mudah menyerah dan harus berjuang dengan cara yang asik sesuai karakter anak anda.

Meskipun awalnya sulit, kalau kita selalu berusaha dan mencoba kita pasti akan menemukan solusi dan jawaban sesulit apapun. Karena untuk mendapatkan sesuatu perlu usaha yang keras, bahkan kadang harus berulang-ulang. Jika kegagalan menghampiri, beritahu anak untuk tidak patah semangat dan tetap harus berusaha dan semakin giat berinovasi.


3. Anak dapat terlibat dalam hubungan sosial.

Mengajarkan anak untuk memiliki hubungan sosial dengan sekitar dapat dimulai dengan mengajarkan kepada anak untuk peduli pada dirinya sendiri. Kemudian ajarkan kepada ada bahwa menjalin relasi dan peduli terhadap orang lain itu juga penting.  Tugas orang tua adalah menstimulasi anak untuk belajar peduli terhadap orang lain. Orang tua harus bisa menjadi sumber informasi yang berguna bagi anak. Salah satu trik yang dapat digunakan oleh orang tua adalah dengan membacakan buku cerita yang mengajarkan tentang menjalin hubungan sosial kepada sesama untuk saling menyayangi.
Baca juga : Ajarkan anak Sopan Santun Sejak Dini
Sebagai sumber pembelajar yang baik bagi anak, orang tua tidak perlu takut dianggap "jahat". Memang dalam proses belajarnya, anak-anak akan terlihat "menderita". Agar orang tua dapat menjadi sumber belajar, orang tua harus rela saat anak "menderita" dan "mendapatkan resikonya" agar anak dapat belajar tentang sebab-akibat. Menjadi sumber belajar bagi anak memang tidak mudah, maka orang tua diharuskan untuk belajar dan memperdalam kemampuan untuk mendidik anak yang baik dan benar.

Mudah Ditiru, Ini Pola Asuh Kerajaan Inggris Yang Membuat Anak Percaya Diri

Pola Asuh Kerajaan Inggris Yang Membuat Anak Percaya Diri
Pola Asuh Kerajaan Inggris Yang Membuat Anak Percaya Diri ini diterapkan oleh Pangeran William dan Kate Middleton ini kepada Pangeran George dan Putri Charlotte. Tidak seperti kebanyakan keluarga kerajaan, Pangeran Willian dan Kate Middleton memili cara tersendiri untuk mendidik kedua anak mereka Pangeran George dan Putri Charlotte.

Pola asuh kerajaan Inggris yang terkenal kaku itu tidak berlaku bagi pasangan Pangeran William dan Kate Middleton, Duke dan Duchess of Cambridge. Pangeran William dan Kate Middleton memilih untuk menjadi orang tua seutuhnya, dan menerapkan pola asuh yang 'normal'. Ciri khusus yang digunakan mereka untuk merawat kedua buah hatinya adalah dengan menerapkan teknik Active Listening dengan menjadikan diri mereka pendengar yang baik bagi anak-anaknya.
Baca juga : Cara mendidik anak yang baik dan benar
Menurut sumber dalam kerajaan, pasangan itu memilih untuk mengasuh kedua anaknya sendiri. Hal ini berbeda dengan Ratu Elizabeth II saat merawat Pangeran Charles waktu masih kecil. Saat Pengeran Charles kecil, beliau lebih sering ditempatkan di kamar bayi dan Ratu Elizabeth II jarang menemuinya, mungkin ini memang tradisi keluarga kerajaan selama ini.

Penerapan pola asuh seperti ini konon membuat Ratu Elizabeth marah, karena tidak sesuai dengan tradisi kerajaan, sebagaimana yang dilakukan kalangan aristokrat kebanyakan. Bahkan Ratu Elizabeth pernah memarahi Pangeran William saat berjongkok dengan putranya ketika menyaksikan pawai di balkon istana.

Meskipun tidak disukai oleh Ratu Elizabeth, pola asuh active listening yang diterapkan oleh Pangeran William dan Kate Middleton dipuji banyak pakar parenting anak. Banyak juga masyarakat yang kagum dengan pola asuh pilihan pasangan tersebut.

Pola Asuh Kerajaan Inggris Yang Membuat Anak Percaya Diri

Pola asuh ini akan memberikan pesan kepada anak bahwa keberadaan mereka sangat penting bagi kedua orang tua. Teknik pengasuhan Active Listening sendiri merupakan metode pengasuhan efektif untuk melakukan komunikasi bersama anak.

Berikut ini aktivitas yang dilakukan dalam menerapkan teknik Active Listening

Berbicara sembari Jongkok

Pola Asuh Active Listening menuntut orang tua untuk berkomunikasi secara sejajar. Agar sejajar orang tua diharuskan mengambil posisi agak jongkok agar sejajar mata dengab anak. Hal ini untuk memudahkan komunikasi antara orang tua dan anak. Posisi ini juga akan memberikan pesan sejajar antara orang tua dan anak, artinya menghargai keberadaan anak. Cara ini juga merupakan cerminan komunikasi demokratis saat orang tua dan anak melakukan komunikasi atau diskusi yang positif.

Komunikasi dengan Kontak Mata

Berkomunikasi dengan menatap mata anak akan memberikan kesan bahwa anak didengarkan dan diperlakukan dengan baik. Teknik ini sangat penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri dalam diri anak saat berkomunikasi dengan sekitarnya.

Dalam berbagai kesempatan Pangeran William dan Kate Middleton tertangkap kamera menambil posisi agak jongkok saat berbicara dengan Pangeran George. Bahkan cara itu juga diikuti oleh Presiden Obama saat berbicara dengan Pangeran George.
Baca juga : Pendidikan Moral Anak Sejak Dini
Pola Asuh kerajaan Inggris yang diterapkan Pangeran William dan Kate Middleton patut ditiru oleh para orang tua. Penerapannya sangat mudah, namun butuh konsistensi dan kekompakan dari kedua orang tua.

Penting, Ayah Sangat Berperan Dalam Meningkatkan Kecerdasan Anak

Ayah Sangat Berperan Dalam Meningkatkan Kecerdasan Anak

Banyak yang beranggapan bahwa tugas mengurus dan mendidik anak hanya menjadi tugas ibu sedangkan ayah hanya bertugas untuk menafkahi keluarga. Faktanya, Ayah Sangat Berperan Dalam Meningkatkan Kecerdasan Anak. Anak yang tumbuh tanpa peran ayah berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 63% akan mengalami mengalami kendala psikologis (fobia, moody, mudah depresi, sering gelisah). Kemudian 56% anak akan mengalami daya tangkap rendah, dan sebanyak 43% anak akan menjadi sangat agresif terhadap orang tua. Dari hasil penelitian tersebut dapat dilihat bagaimana peran seorang ayah dalam tumbuh kembang anak sangat penting untuk meningkatkan kecerdasan emosional anak.
Baca juga : MEMBUAT ANAK CERDAS SEJAK DINI, INI CARANYA !

Ayah Sangat Berperan Dalam Meningkatkan Kecerdasan Anak

Sehingga peran ayah dan ibu dalam mendidik anak harus bersama-sama agar pertumbuhan dan perkembangan anak dapat optimal dan anak akan memiliki dua figur yaitu dari seorang ayah dan ibu. Meskipun itu agak berat karena ayah juga harus bekerja untuk menafkahi keluarga, ayah harus tetap meluangkan waktu bersama anak. Karena peran ayah sangat penting bagi tumbuh kembang dan pendidikan anak.

Berikut ini adalah 5 Tips yang dapat dilakukan ayah untuk mendidik dan memperhatikan anak :

1. Luangkan Waktu

Disela kesibukan mencari nafkah, ayah harus bisa meluangkan waktu antara 15 sampai 30 menit untuk berinteraksi dengan anak. Berikan perhatian, ajak anak bermain bersama. Ayah dapat menanyakan kegiatan apa saja yang dilakukan anak, membacakan cerita atau mengajaknya bermain bersama.
Baca juga : Manfaat Membacakan Cerita Bagi Anak

2. Tunjukkan Rasa Sayang

Anak membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Sesibuk apapun ayah harus menyempatkan waktu untuk memperhatikan anak. Menanyakan kegiatan yang sudah dilakukan anak dalam sehari, apa yang sudah dilakukan dan dipelajari disekolah, bagaimana teman-temannya. Pertanyaan tersebut akan membuat anak merasa diperhatikan dan akan berdampak pada peningkatan kemampuan akademisnya. Selain itu, pelukan dan belaian sayang juga perlu diberikan kepada anak sebagai wujud rasa sayang kepada anak. Memberikan pujian kepada anak juga harus dilakukan sebagai ungkapan penghargaan atas prestasi atau peningkatan kemampuan anak dalam hal apapun.

3. Makan Bersama

Ayah harus bisa meluangkan waktu untuk makan bersama atau berdoa bersama anak. Setidaknya dalam sehari minimal satu kali hal ini dilakukan. Kegiatan ini penting agar anak merasakan kehangatan keluarga. Sehingga anak akan merasakan kedekatan dan ikatan yang erat dengan keluarga. Kegiatan ini juga dapat dijadikan sebagai kesempatan untuk saling berbagi cerita bersama.

4. Ayah dan Ibu harus Kompak

Dalam mendidik dan mengurus anak diperlukan kebersamaan antara ayah dan ibu. Sehingga ayah dan ibu harus menjaga kekompakan saat mendidik anak.

5. Nikmati Liburan Bersama Anak

Saat libur bekerja, gunakan waktu libur untuk bermain bersama anak agar anak menjadi nyaman dan dekat dengan ayah.

Mengingat peran ayah sangat besar dalam meningkatkan kecerdasan anak, ayah harus dapat menerapkan tips diatas. Semoga artikel ini dapat memberi manfaat yang baik bagi kita.

Wajib Dibaca! Ini Dia Manfaat Pendidikan Pra – Sekolah Pada Anak

manfaat pendidikan pra – sekolah pada anak

Perlu Anda ketahui manfaat pendidikan pra – sekolah pada anak ada beberapa macam. Sehingga penting sekali bagi Anda sebagai orangtua untuk memberikan pendidikan tersebut. Pasalnya memberikan pendidikan tersebut pada anak sering mengalami kendala. Karena anak masih belum terbiasa dengan lingkungan baru di sekolah. Akibatnya anak kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan dan teman-temannya. Namun pendidikan pra – sekolah pada anak mempunyai manfaat besar sekali baginya. Lalu, apa manfaat pendidikan pra – sekolah pada anak ini? Simak ulasan informasi berikut.

Ini manfaat pendidikan pra – sekolah pada anak

Pembentukan struktur otak

Salah satu manfaat pendidikan pra – sekolah pada anak, yaitu bisa membantu proses pembentukan struktur otak. Pasalnya pada saat usia anak mencapai 5 tahun 90 persen pertumbuhan otaknya sudah mulai berkembang dengan baik. Dengan banyak persentase tersebut maka berpengaruh pada masa depannya akan baik. Oleh karena itulah berikan pendidikan pra – sekolah pada anak-anak Anda. Supaya struktur otaknya bisa berkembang dengan baik. Sehingga anak pun bisa tumbuh menjadi cerdas dan sukses dimasa depannya.
Baca juga : Kiat Sukses Belajar Pada Anak, Parenting Ini Solusinya

Akademis lebih baik

Manfaat pendidikan pra – sekolah pada anak yang luar biasa lainnya yakni membantu meningkatkan akademis. Mengapa? karena pada saat usia pra – sekolah rasa ingin tahu anak sangat besar sekali. Sehingga membuat anak melakukan percobaan pada hal-hal yang belum diketahuinya. Hasilnya baik sekali untuk anak yaitu bisa meningkatkan akademisnya. Dengan dampak positif yang diberikan maka berikanlah anak-anak Anda pendidikan pra – sekolah padanya.
Baca juga : Ketahui Bahaya Membentak Anak

Aktivitas tambahan berstruktur

Sedangkan untuk manfaat pendidikan pra – sekolah pada anak selanjutnya yakni sebagai aktivitas tambahan yang mempunyai struktur. Kenapa? mungkin kalau di rumah anak hanya bisa bermain robot-robotan, boneka, mobil-mobilan dan masih banyak lainnya. Namun ketika anak berada di sekolah ia akan mendapatkan hal yang lebih menarik. Sebab di dunia sekolah anak selain diajarkan pengetahuan baru juga diajak untuk berolahraga. Sedangkan olahraga yang sering diterapkan, yaitu olahraga ringan diantaranya ada berayun, berdiri, melompat, keseimbangan dan masih banyak lainnya.

Nah, itulah beberapa manfaat pendidikan pra-sekolah pada anak yang akan diperoleh. Sebenarnya masih banyak manfaat lainnya yang dapat diperoleh. Semoga ulasan informasi yang kami bagikan mengenai manfaat pendidikan pra – sekolah pada anak bermanfaat.

Membuat Anak Cerdas Sejak Dini, Ini Caranya !


Membuat Anak Cerdas Sejak Dini
Setiap orangtua pasti ingin memiliki anak yang cerdas. Kecerdasan sangat erat kaitannya dengan kualitas otak, karena kualitas otak anak dipengaruhi beberapa faktor yang dapat dipelajari sehingga orangtua bisa mencari dan mempelajari sendiri cara membuat anak cerdas sejak dini .

Kecerdasan anak dapat distimulasi dan dirangsang sejak anak masih dalam kandungan, bahkan saat masih janin, orangtua juga dapat melihat kondisi perkembangan kecerdasan anak. Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan oleh orangtua agar kecerdasan anak memiliki perkembangan yang positif sejak dalam kandungan. Stimulasi sejak dalam kandungan merupakan langkah awal yang penting untuk membuat anak cerdas. Kemudian, ketika anak lahir an mulai tumbuh kembang, orangtua juga harus memberikan stimulasi tambahan untuk meningkatkan kecerdasan anak. Dalam artikel ini akan diuraikan tips cara membuat anak cerdas mulai dari dalam kandungan juga saat anak sudah mulai tumbuh kembang.

Cara Membuat Anak Cerdas Sejak Dalam Kandungan

Berikut adalah beberapa hal yang harus diketahui orangtua untuk membuat anak menjadi cerdas sejak dalam kandungan, yaitu :

1. Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi

Kebutuhan nutrisi ibu hamil harus terpenuhi dengan baik dan gizinya juga harus cukup. Kebutuhan Nutrisi tidak hanya dipersiapkan saat hamil saja, namun sebaiknya kebutuhan nutrisinya sudah mulai diperhatikan dengan baik sejak sang ibu siap mengandung. Sebagaimana yang terjadi di negara maju, ada baiknya proses kehamilan memang sudah direncanakan agar pemenuhan nutrisi dan mental sang ibu benar-benar sudah dipersiapkan dengan baik, sehingga proses kehamilan dapat berjalan optimal. Asupan makanan dan komposisi nutrisi dengan kandungan gizi yang seimbang akan berdampak pada perkembangan otak bayi, utamakan mengkonsumsi makanan yang mengandung protein dan A, B, C serta beberapa vitamin tambahan yang tidak kalah penting lainnya seperti Omega 3, Asam Folat, Zat besi, AA, DHA, vitamin B1 dan B6.

2. Hindari Zat Berbahaya

Selama proses kehamilan hindari konsumsi alkohol dan rokok serta obat-obatan terlarang karena kandungan zatnya sangat berbahaya bagi perkembangan janin maupun otak bayi.

3. Hindari Makanan yang berpengawet

Saat hamil, usahakan untuk mengkonsumsi makanan segar dan alami, serta hindari makanan yang berbahan pengawet maupun zat berbahaya lainnya seperti MSG, zat pewarna dll. Karena akan berdampak buruk bagi perkembangan otak bayi.

4. Pemenuhan Kebutuhan Kasih Sayang dan Menghindari Stres

Kasih sayang ibu akan membantu tumbuh kembang bayi lebih optimal, dengan kehamilan yang sudah direncanakan akan lebih menumbuhkan kasih sayang yang tulus dari ibu pada buah hatinya. Jangan sampai saat sedang hamil, seorang ibu merasakan beban atas kehamilan tersebut. Faktor psikologis ibu yang sedang hamil akan sangat berpengaruh pada kecerdasan buah hati, oleh karena itu sebisa mungkin psikologi ibu hamil benar-benar dijaga dengan baik. Dukungan dari pasangan dalam hal ini suami dan keluar juga sangat membantu untuk menjaga psikologi ibu hamil tetap stabil karena dapat menentramkan hati ibu yang sedang mengandung buah hatinya.

5. Komunikasi dan Stimulasi dengan Bayi dalam Kandungannya

Memberikan perhatian dan stimulasi akan meningkatkan hubungan ibu dan anak, dari hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa rangsangan dan kejadian yang terjadi diluar rahim sangat berpengaruh perkembangan otak anak. Lakukan kontak dengan ransangan dan sentuhan ke bayi dalam kandungan dengan suasana hati senang, berilah rangsangan positif ke bayi dengan kondisi yang rilex sehingga bayi akan selalu mendapatkan stimulasi positif. Stimulasi dapat dilakukan dengan elusan atau nyanyian yang disukai ibu dan membuat ibu senang. Efektifnya, stimulasi ini sering dilakukan saat usia kehamilan sudah diatas enam bulan, karena jaringan struktur otaknya mulai berfungsi optimal.

6. Hindari Stress

Selama masa kehamilan, ibu dan bayinya saling berbagi hormon. Saat ibu sedang gembira maka dalam darah ibu akan mengalirkan neo transmiter zat-zat rasa senang ke janin bayi sehingga bayi juga akan ikut merasa senang. Namun sebaliknya jika ibu merasa gelisah, banyakan tekanan dan stres, maka zat tidak nyaman itu yang akan dilepaskan oleh darah ke janin, sehingga bayi juga akan ikut merasakan kegelisahan. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa ibu yang mengalami stress tinggi saat hamil akan beresiko melahirkan anak dengan IQ (intelligence quotient) rendah.

Menjaga nutrisi dan makanan sehari-hari penting dilakukan oleh ibu hamil, melakukan konsultasi secara berkala dengan dokter juga bagus untuk mengetahui perkembangan kehamilan. Menguatkan mental dan psikologi serta memberikan stimulasi positif harus dilakukan untuk menumbuhkan kecerdasan anak mulai dari dalam kandungan.

Cara Membuat Anak Cerdas Sejak Dini

Ketika anak sudah lahir, orang tua juga harus merangsang kecerdasan anak dengan melakukan beberapa tips berikut ini :

1. Bicara dengan cerdas

Sesering mungkin, ajak anak berbicara sejak dari bayi. Komunikasi dengan bayi jangan sebatas pujian atau memanggil namanya saja, anda dapat mengajak bayi berbicara apa saja meskipun mereka tidak menjawabnya dengan kata-kata, bayi akan membalasnya dengan ekspresinya. Kemudian berlanjut sampai anak tumbuh hingga dewasa. Membangun Komunikasi dengan anak  akan membangun hubungan erat antara anak dengan orang tua.

2. Ikut bermain

Keterlibatan orang tua ikut bermain bersama dengan anak akan membantu mempercepat proses belajar anak. Orang tua dapat mengajarkan cara atau aturan permainan yang sebenarnya. Luangkan waktu anda untuk bermain bersama anak.

3. Bacakan cerita

Membacakan cerita dongeng pada anak dapat menghibur anak, meningkatkan kecerdasan emosional anak dan menambah kosakata anak. Pilihlah buku yang bermuatan nilai moral dan etika yang positif, membacakan cerita pada anak juga cara menanamkan kecintaan anak untuk membaca.

4. Bernyanyilah!

Ajarkan anak beragam bunyi dengan mengajaknya bernyanyi bersama atau melihat video berisi lagu-lagu anak sesuai usianya. Dengan bernyanyi bersama anak juga terdorong untuk bergerak dan menjadi lebih gembira.